Perkembangan Pancasari

Setelah sekian lama penyusutan air danau Buyan

12 Mata Air Muncul di Danau Buyan —-
20 April UpacaraPamendakan

Bali Post/ole

MATA AIR – Kolam yang berisi 12 mata air di pinggir Danau Buyan yang muncul secara tiba-tiba.

SEDIKITNYA 12 titik mata air muncul secara misterius di kawasan Danau Buyan, tepatnya di sebelah barat Pura Ulun Danu Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Oleh pangempon Pura Ulun Danu Buyan, mata air itu dinilai sebagai paica (anugerah) sehingga para prajuru menyiapkan upacara pamendakan tirtha yang rencananya digelar tepat pada purnama desta, Minggu (20/4) mendatang. Saat ini ketinggian air sudah naik dua meter dari sebelumnya.

Mata air itu muncul pertama kali sekitar dua minggu lalu. Oleh warga di sekitarnya peristiwa itu dianggap sebagai sebuah keajaiban. Mata air itu bermula ketika beberapa lokasi di pinggir Danau Buyan hendak dikeruk dengan menggunakan alat berat. Pengerukan dilakukan untuk membuat sowan (semacam telaga suci) yang konon sowan itu memang pernah ada di pinggir danau. Ketika kegiatan pengerukan baru berjalan beberapa hari, tiba-tiba muncul keajaiban. Alat berat itu tiba-tiba terbenam dan tak bisa digerakkan.

PrajuruPuraUlunDanuBuyan, WayanSumadra, Minggu (13/4) kemarinmengatakandilokasialatberat yang terbenamitukemudianmunculmata air. Mula-mula airnyakecilnamunkemudianmembesar.Awalnya memangmunculsatumata air, namunbeberapaharikemudianmuncullagimata air-mata air kecildisekitarnya.Air itukemudiandialirkankedanaudenganmembuatparitmenujudanau.

Dengan ditemukannya mata air itu, pihak prajuru Pura Ulun Danu Buyan langsung melakukan pertemuan. Hasil pertemuan, prajuru bersama warga Sad Desa (Desa Pakraman Pancasari, Amertasari, Gitgit, Padangbulia, Pumahan dan Wanagiri) yang menjadi pangempon ayah ngarep Pura Ulun Danu Buyan itu akan menggelar upacara pamendakan. Karena air yang keluar dari mata air itu dianggap sebagai paica atau anugerah yang membuat tingkat ketinggian air di Danau Buyan akan naik.

Secara niskala, kata Samudra, munculnya mata air itu merupakan tanda bahwa Ida Sang Hyang Widhi mengabulkan harapan warga saat melakukan berbagai upacara sebelumnya. ”Dengan munculnya mata air ini kita harus berterima kasih dan diharapkan seluruh warga mengikuti upacara yang digelar pada Purnama Desta minggu depan,” katanya.

Sejumlah warga di sekitar danau pun mulai mengaitkan munculnya mata air itu dengan beberapa rangkaian peristiwa yang terjadi di Danau Buyan dan di Pura Ulun Danu Buyan sebelumnya. Awalnya air Danau Buyan terus menurun yang berimbas pada matinya sejumlah sumber air dan mengeringnya puluhan sungai di daerah Buleleng. Secara niskala warga percaya bahwa menurunnya air danau itu disebabkan adanya sejumlah kesalahan yang terjadi pada letak bangunan di Pura Ulun Danu. Misalnya letak surya dan taksu yang terbalik. Untuk itu, warga secara gotong royong dengan bantuan pemerintah kemudian memperbaiki letak pelinggih tersebut dengan menukar kembali pelinggih yang dianggap salah. Selain itu warga juga sudah menggelar upacara pakelem dan Wisnu Kertih. ”Setelah melakukan perbaikan dan upacara, kemudian muncul mata air, ini secara niskala memang sangat berhubungan,” kata seorang warga di Pancasari.

Apalagi, belakangan ini air Danau Buyan juga mulai merangkak naik. Berdasarkan catatan yang dibuat Wayan Samudra, air Danau Buyan sejak sebulan ini sudah naik sekitar dua meter. Sebelumnya air itu turun 3,85 meter dari permukaan normal. ”Kini tinggal naik lagi dua meter, maka air danau itu sudah sama seperti semula,” katanya. (kmb15)

Sumber: Bali Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s